Minggu, 28 Juli 2013

Kelebihan Dan Kekurangan Jenis Sablon Manual, Digital Printing & DTG

Setidaknya ada 4 macam teknik sablon yang saat ini populer. Masing-masing memiliki kelemahan dan keunggulan baik dari sisi jumlah produksi maupun kualitas yang dihasilkan. Berikut ini ulasan singkat tentang jenis sablon.


1. Sablon Manual (Screen Printing)
Jenis sablon ini merupakan sablon tertua sebelum proses printing elektronik ditemukan. Caranya dilakukan secara manual, mulai dari membuat artwork, afdruk screen dan proses penyablonan. Teknisnya tinta dituang dalam secreen kemudian di kuas/dirakel dan selanjutnya cat akan merembes ke bahan kaos. Proses selanjutnya.

Rekomendasi :
Digunakan untuk kaos distro, jumlah banyak dan efek bermacam-macam. Ada 95% kaos distro diproduksi dengan sablon manual. Tidak direkomendasikan untuk sablon satuan.

2. Sablon Digital (Digital Printing)
Sablon jenis ini ada dua, transper papper dan offset. Transfer papper, gambar yang ada dikomputer diprint ke dalam kertas transfer papper dengan tinta sublim. Selanjutnya kertas yang ada gambarnya ditaruh di atas kaos polos dan dilakukan heat press atau strika. Gambar dalam kertas selanjutnya akan menempel di kaos.

Kalau Offset, dilakukan dengan pemindahan gambar dengan tinta sublim kedalam kertas dengan teknik offset atau stensil. Berikutnya gambar yang telah menempel di kertas sublim di srtika atau di heat press ke kaos polos.

Rekomendasi :
Transfer Papper : sablon satuan, untuk anak2 atau event, kualitas kurang bagus, jumlah terbatas
Sablon Offeset : jumlah banyak, harga murah, contoh untuk kaos partai

3. Direct To Garmen (DTG)
DTG termasuk teknik baru, dengan melakukan modifikasi printer kertas menjadi printer garmen. Teknik DTG adalah memodifikasi printer yang bahannya tinta kertas menjadi tinta garmen. Selain itu bantalannya diubah, yang sebelumnya dengan kertas diganti dengan kaos. Proses sablon langsung terjadi dari head printer ke kaos dengan tinta garmen.

Rekomendasi :
Untuk kaos distro satuan, untuk kaos yang menonjolkan realis atau raster, tidak rekomend utk jumlah masal.

4. DTG Industri
DTG industri ini adalag DTG dengan kualitas industri. printernya seperti printing banner yang jumbo dengan bahan tinta khusus untuk tinta garmen. Printing terjadi langsung kedalam bahan polos dalam bentuk gulungan.

Rekomendasi :
Baiknya digunakan untuk industri yang tidak mementingkan effect, jumlah masal.

Jenis Dan Macam Kaos Distro

Ada beberapa jenis Kaos yang sering diproduksi Distro, diantaranya :


1. Kaos T-Shirt (O-Neck/Oblong)
Disebut kaos T-Shirt karena kaosnya berbentuk huruf T. Untuk kaos T-Shirt bentuk kerah/ribsnya berbentuk bulat. Kaos T-Shirt ini sangat poluler digunakan distro.


2. Kaos V-Neck
Disebut V-Neck karena ribs atau kerahnya berbentuk huruf V. Kaos ini belum banyak populer dan baru-baru ini saja. V-Neck banyak didukung oleh brand2 luar yang masuk ke Indonesia

3. Kaos Reglan
Kaos Reglan adalah kaos oblong dengan potongan diagonal di bagian lengan. Biasanya bagian lengan dengan warna kaos yang berbeda dengan bagian badan

4. Kaos Polo Shirt
Kaos polos shirt adlah kaos yang berkrah. Umumnya berbahan Viscose dan banyak dipakai untuk semi formal.

5. Kaos Hoodie
Hoodie adalah kaos berbentuk jaket. Banyak digunakan oleh anak mudah dan umumnya ber cupluk dengan bahan yang relatif tebal. Fleecy.

Mengenal Gramasi Kaos Distro

Jenis cotton itu ada 3, tetapi yang umum dipakai di local distro ada dua yang sangat terkenal, katun combed dan katun carded. Combed di buat lebih halus dan lembut dibanding carded yg masih suka ada biji kapasnya (mesinnya produksinya pun beda). Makanya combed lbh mahal daripada carded. Dan relative dingin jika dipakai.


Adapun Ukuran benang cotton yang umum di lokal:

20'S (tebal)
24'S (sedang)
30'S (tipis)
40's (super tipis)

Semakin tinggi gramasi kaos maka semakin ringan dan tipis. Dulu kaos distro banyak diproduksi pada gramasi 20'S tetapi sekarang lebih banyak ke 24'S atau 30'S karena lebih ringan. Mungkin karena udara semakin panas ya.

Untuk ketebalan kain kaos dengan benang yg ukurannya sama, ada beberapa macam yang bisa mempengaruhi.

1. Setting gramasi (gr/m2) di mesin rajutnya. Kaos dengan benang 20's biasanya 190-200 gr/m2. Tapi kalau akan dibikin lebih tipis sampe 170-180 gr/m2 juga bisa, tergantung mesin rajutnya.

2. Kain di paksa ditarik selebar mungkin sehingga kain jadi tipis.Kejelekannya: shrinkage kain menjadi jelek sekali (>10%) alias bisa jadi ciut. Ini salah satu alasan kenapa kain dari China bisa murah [harga no1, qualitas no 2]. Ini sekedar informasi


Untuk kaos distro dulu umumnya pake 20's. Kalo 30's & 40's hanya untuk item tertentu yg karena secara harga lebih mahal & hanya beberapa spinning mills di indo yg produksi [karena pabrik di Indonesia bersifat mass production minded]

Biasanya kain yg di mercerized handlingnya lebih kaku, warna lebih terang karena dengan proses merc kotoran kain (termasuk bulu) dibuang, benang jadi lebih menggelembung karena treatment alkali. Minusnya: kain lebih kaku dibanding non-merc.

Utk kain non-merc biasanya lebih berbulu, tp handling lebih lembut. Kami lebih suka bahan cotton non-merc utk dipake. Untuk beberapa permintaan, kain cotton non-merc ada proses tambahan utk menghilangkan bulunya: bakar bulu (singeing). Hasilnya penampakan kain lebih mengkilap tapi tidak semengkilap kain yg merc.

Mengenal Bahan Kaos Distro

Jasa Konveksi Kaos

Sebelum membikin kaos ada baiknya mengenal jenis bahan kaos yang sering dipakai mulai dari bahan kaos distro sampai bahan kaos kampanye. Dengan mengenal jenis bahan kita akan dapat menentukan segmen mana yang akan kita bidik. Beirkut ini bahan kaos yang sering digunakan konveksi untuk membikin kaos :


1. Kaos Cotton (Katun)
Kaos Katun banyak digunakan oleh pengusaha kaos distro karena kenyamaan dan kualitasnya. Kaos katun yang paling sering dipakai ada 2 macam:

A. Combed
Serat benang cenderung lebih lembut.
Rajutan rata (tidak berbulu)
Dipegang lebih lembut
Dipakai lebih dingin dan menyerap keringat

B. Carded
Serat benang cenderung kurang halus (berbulu).
Rajutan agak sedikit kasar
Dipakai agak panas

2. Kaos TC (Tetron Cotton)
Terdiri dari campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan sehingga kurang nyaman. Kelebihannya tidak susut atau melar meskipun kaos sudah dicuci berulang kali.

3. CVC (Cotton Viscose/Lacoste/CVC)
Jenis bahan kaos ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan kaos ini juga bersifat menyerap keringat dan bertekstur.

4. Polyester (PE)
Jenis bahan kaos ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil olahan minyak bumi untuk dibuat serat poly fiber dan untuk produk biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan dipakai serasa panas (kurang nyaman). Kalau dipakai terasa panas namun tidak gampang berkerut.

5. Hyget
Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis. Jenis hyget ada macem-macem. Biasanya dipakai untuk produk dengan harga lebih ekonomis. Kaos jenis ini banyak dipakai untuk kaos kampanye atau kerudung dnegan harga murah.

Tempat Bikin Hangtag Baju Kaos

Jasa Konveksi Kaos 



 berikut ini tempat paling favorit bikin hangtag utuk baju, celana maupun kaos.

Untuk daerah Cengkareng membantu Anda membikin hangtag.

Caranya :
Desain dalam Corel, Illustrator atau Photoshop. bawa kesana dan kemudian mereka menghitung warna, jenis bahan serta panjang x lebar hangtag serta jumlah order.

Untuk perlengkapan samacam Tag Gun, atau tali hangtag bisa hunting di Cengkareng

Selanjutnya jika sudah ok, tinggal DP dan sesuai perjanjian hangtag akan dibikinkan.

Selamat Bikin Hangtag

Kang Konveksi
Konveksi Distro Pilihan
www.manikbet4w1.blogger.com